Teng…teng…teng…
Bel sekolah berbunyi tanda pulang. Semua anak berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Ada yang menunggu jemputan,naik motor,juga jalan kaki. Ridha salah satunya. Setiap hari ia berangkat dan pulang sekolah jalan kaki. Ini karena rumahnya memang tidak terlalu jauh,dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.
“Teman-teman,aku pulang duluan ya?” Pamit Ridha pada Fifi dan Nira.
“Iya,da….” Balas Fifi dan Nira bersamaan.
Dia berjalan menyusuri trotoar,tak ada anak sekolah lain yang berjalan bersamanya. Setiap hari ia lalui seperti ini. Berjalan menuju rumah,tak ada teman ngobrol.Begitu juga di rumah,dia hanya bermain bersama adiknya,Ichan.Ichan masih berumur 5 tahun,dan dia sangat menyayanginya.
Akhir-akhir ini,setiap pulang sekolah,Ridha merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Makanya,dia berjalan tergesa-gesa agar cepat sampai di rumahnya. Dai sampai di rumah dengan nafas yang ngos-ngosan. Setelah mengucapkan salam,ia langsung masuk ke kamarnya.
…………………………………………………………………………..
Continue reading ‘SAHABAT BARU’
Komentar Terakhir